Author: ayuanggraeni76

Berbagai Macam Penyebab Sakit dan Kaku Pada Bagian Leher

Sakit leher merupakan rasa nyeri yang terjadi pada bagian leher, yaitu dari atas bahu hingga bawah kepala. Gangguan kesehatan tersebut cukup dialami oleh semua orang terutama oleh lansia yang berusia diatas 50 tahun. Biasanya sakit leher akan mulai membaik dalam beberapa hari. Kondisi tersebut jarang berkembang dan menjadi gejala kondisi yang lebih serius dan umumnya juga bukan merupakan hal yang perlu diwaspadai.

berbagai penyebab sakit dan kaku pada leher

Sakit leher dapat menyebar hingga ke bagian lengan serta punggung bagian atas. Sehingga mengakibatkan gerakan leher dan juga kepala menjadi terbatas dan aktivitas harian akan menjadi sulit dilakukan. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya sakit leher, seperti posisi tidur yang salah, terlalu lama bekerja di depan komputer atau laptop, otot yang terkilir, dan postur leher yang salah akibatnya terlalu sering menunduk atau menengadah. Selain itu, terdapat sebagian kasus besar sakit leher yang disebabkan oleh aktivitas yang dapat membuat leher menjadi tegang, seperti sakit leher yang bisa disebabkan oleh adanya cedera yang diakibatkan oleh kecelakaan.

Kondisi sakit leher yang diakibatkan oleh cedera seringkali membutuhkan penanganan tim medis. Hal tersebut akan diperlukan apabila sakit leher yang disertai dengan gejala nyeri yang akan menekan bagian bahu atau lengan bagian bawah, serta pada lengan akan menjadi lemah atau mati rasa.

Gejala Sakit Leher

  • Pusing atau sakit kepala
  • Otot kaku dan tegang
  • Kepala akan sulit untuk digerakkan
  • Nyeri yang memburuk apabila kepala berada pada satu posisi dalam waktu lama
  • Rasa nyeri yang menyebar hingga pada tangan atau kaki
  • Lengan akan terasa lemah, mati rasa atau kesemutan

Artikel terkait : Obat Pengapuran Sendi

Penyebab Sakit Leher

Leher yang rentan mengalami cedera atau nyeri karena sifatnya yang lentur. Pada sebagian orang dapat bangun di pagi hari dengan kondisi leher yang terpelintir ke satu sisi dan bahkan tidak dapat digerakkan. Pada kondisi tersebut dinamakan tortikolis akut, dan bisa disebabkan oleh cedera pada otot leher. Namun selain itu juga, terdapat beberapa kondisi lain yang dapat memicu terjadinya sakit leher, diantaranya :

1. Otot kaku

Karena terlalu lama menunduk, sering mengertakkan gigi, atau membaca di atas tempat tidur maka dapat menyebabkan otot leher menjadi kaku sehingga akan berlanjut pada sakit leher.

2. Kerusakan sendi

Pada sebagian kerusakan sendi disebabkan oleh osteoarthritis. Pada kondisi tersebut yang berkembang dengan seiringnya bertambahnya usia dapat menyebabkan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan diantara ruas tulang belakang yang memburuk dan dapat memicu terbentuknya taji tulang. Taji tulang tersebut dapat menyebabkan suatu pergerakan sendi leher bahkan dapat menimbulkan rasa nyeri.

3. Saraf terjepit

Pada umumnya kondisi ini terjadi pada orang tua saat salah satu diskus pada dibagian ruas tulang belakang atas terbuka dan gel didalamnya menonjol keluar terhadap saraf didekatnya. Sakit leher yang diakibatkan oleh saraf terjepit disebut dengan radikulopati servikal.

4. Cedera

Leher yang sangat rentan terhadap cedera terutama diakibatkan oleh kecelakaan, jatuh, ataupun olahraga, yang dimana otot ligamen leher dipaksa untuk bergerak diluar kisaran normal. Apabila tulang leher retak, maka sumsum tulang belakang juga bisa mengalami retak. Terjadinya cedera pada leher dapat disebut dengan Whiplash.

5. Kondisi medis lainnya

Berikut terdapat beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan sakit pada bagian leher, diantaranya :

  • Penyempitan jalur saraf tulang belakang
  • Infeksi pada leher
  • Flu. Kondisi ini bisa membuat seluruh tubuh menjadi merasa sakit, termasuk pada bagian leher
  • Meningitis. Adanya infeksi pada meningitis atau selaput pelindung yang dapat menyeliputi organ otak dan saraf tulang belakang.
  • Rheumatoid arthritis. Apabila terjadi pada bagian leher, peradangan kronis pada persendian ini maka dapat menyebabkan rasa sakit, kaku, dan bengkak.
  • Fibromialgia. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit pada bagian otot dan jaringan lunak.
  • Kanker dan HIV. Sedangkan pada kedua kondisi ini akan berdampak pada lemahnya sistem kekebalan tubuh sehingga akan lebih rentan terkena infeksi.

| Berbagai Macam Penyebab Sakit dan Kaku Pada Bagian Leher

Advertisements

Ketahui Jenis-jenis Injeksi Lutut Untuk Mengobati Osteoarthritis

Osteoarthritis lutut dapat menyerang pada siapa saja, tetapi kondisi ini sangat rentan terjadi pada orang yang berusia 50 tahun keatas. Penyakit ini merupakan penyakit yang termasuk progresif, artinya kondisi atau rasa sakit yang dialami oleh penderita akan semakin parah dengan seiringnya waktu, serta bagi penderita akan semakin kesulitan untuk menggerakan lututnya.

Biasanya dokter akan memberikan resep obat serta menyarankan pada perubahan gaya hidup sebelum memberikan pilihan untuk melakukan suntik pada lutut. Lalu apa saja pro dan kontra dari melakukan penyuntikkan lutut dalam mengobati osteoarthritis? Dan bagaimana cara kerjanya?

jenis injeksi lutut

Berikut ini terdapat jenis-jenis dari injeksi lutut dalam mengobati osteoarthritis :

1. Kostikosteroid

Pada jenis kortikosteroid ini berguna untuk mengurangi inflamasi atau terjadinya pembengkakan. Meskipun kortikosteroid oral ataupun dengan cara yang diminum biasa digunakan untuk mengatasi kondisi rheumatoid arthritis (rematik), tetapi pada obat tersebut tidaklah menjadi pilihan utama bagi penderita osteoarthritis.

Apabila seseorang menderita osteoarthritis lutut, maka kortikosteroid akan bekerja paling efektif dengan cara melakukan penyuntikkan langsung pada sendi lutut. Pada pengobatan ini maka akan menyasar langsung pembengkakan atau inflamasi pada sendi sehingga bagian tulang-tulang pada sendi tersebut tidak akan saling bersinggungan saat sedang bergerak atau digerakan.

2. Asam Hialuronat

Seseorang yang menderita osteoarthritis, kemungkinan kekurangan asam hialuronat pada bagian lutut. Zat ini berfungsi untuk melapisi tulang rawan serta berfungsi sebagai pelumas dan juga peredam (shock absorber) sehingga lutut akan bergerak dengan bebas. Pada terapi asam hialuronat ini memiliki tujuan yaitu untuk menggantikan asam hialuronat alami serta mencegah tulang yang saling bergesekan. Selain itu juga pada zat tersebut dapat meredakan inflamasi dan mengurangi rasa nyeri.

3. Athrocentesis (pengisapan cairan)

Berbeda dengan cara yang sebelumnya, pada jenis ini yaitu dengan cara melakukan mengisap cairan dari sendi lutut. Dengan cara mengeluarkan kelebihan cairan pada lutut serta membantu dalam mengurangi rasa sakit dan juga bengkak secara langsung. Pada cara ini terkadang akan dilakukan setelah penderita telah menjalani suntik kortikosteroid atau asam hialuronat.

Artikel terkait : Obat Pengapuran Sendi

Prosedur suntik lutut

Sebelum melakukan injeksi, kulit akan dibersihkan terlebih dahulu dan diberikan anestesi lokal. Pada beberapa kasus yang telah terjadi, maka akan melakukan USG terlebih dahulu supaya untuk membantu dalam memandu arah jarum yang akan disuntikan. Tetapi untuk kasus tertentu, maka dokter akan menyedot sebagian cairan dari bagian lutut, kemudian akan menyuntikkan obat yang akan diberikan. Setelah melakukan penyuntikkan, luka bekas injeksi akan ditutup.

Terjadinya pro dan kontra pengobatan osteoarthritis dengan melakukan injeksi lutut

Injeksi kortikosteroid dapat meredakan nyeri dan inflamasi dengan cara cepat. Tetapi disisi lain, pengobatan tersebut tidak selalu berefek pada semua orang. Selain itu juga, penderita tidak dapat menerima injeksi apabila lutut sudah mengalami rusak yang parah. Ada beberapa efek samping yang mungkin akan terjadi seperti :

  • kerusakan pada saraf
  • bengkak setelah melakukan injeksi
  • terjadinya penipisan tulang pada sekitar tempat injeksi

Perlu diketahui bahwa jumlah injeksi pada kortikosteroid yang bisa diterima oleh seseorang juga memiliki batas, dan biasanya satu kali setiap tiga atau empat bulan pada sendi yang sama. Jika terlalu banyak menerima injeksi maka akan menyebabkan pemecahan tulang rawan bahkan akan memperberat kondisi pada lutut. Selain itu juga dapat meningkatkan resiko tekanan darah, osteoporosis, dan atrofi kulit.

Sedangkan pada injeksi asam hialuronat memiliki efek samping pereda nyeri dan inflamasi yang mungkin lebih lama. Jika injeksi kortikosteroid dapat terasa efeknya setelah waktu paling cepat 2 minggu, maka injeksi asam hialuronat akan dapat terasa penuh efeknya setelah waktu lima minggu. Berikut efek samping dari asam hialuronat :

  • reaksi kulit yang ringan pada tempat penyuntikkan
  • flare-up atau serangan akut arthritis setelah melakukan penyuntikkan.

Sedangkan pada jenis penyedotan cairan lutut dapat meredakan rasa sakit dan rasa tidak nyaman. Tetapi prosedur tersebut juga memiliki efek samping seperti bengkak, memar, atau infeksi pada tempat penyuntikkan.

Bagaimana cara menjaga kesehatan lutut apabila seseorang menderita osteoarthritis?

Apapun terapi yang dilakukan dalam mengatasi osteoarthritis, maka anda juga harus tetap mengetahui cara dalam menjaga kesehatan lutut, diantaranya :

  • Hindari aktivitas yang dapat membebani lutut.
  • Hindari olahraga berat
  • Gunakan kompres panas atau dingin guna untuk membuat lutut menjadi lebih nyaman
  • Pertahankan berat badan yang ideal atau turunkan jika berat badan memang berlebih. Karena berat badan yang ideal dapat mengurangi beban pada lutut.
  • Apabila lutut menghambat pada pergerakan, anda bisa menggunakan brace lutut atau tongkat
  • Pertimbangkan fisioterapi atau latihan khusus.

Baca juga : Cara Pengobatan Rumahan Dalam Mengatasi Osteoarthritis

| Ketahui Jenis-jenis Injeksi Lutut Untuk Mengobati Osteoarthritis

Cara Cepat dan Tepat Mengatasi Lutut Bengkak dan Kaku

Sendi lutut merupakan salah satu bagian sendi yang berperan sangat penting dalam tubuh sebagai penggerak serta untuk penahan berat tubuh sehingga sangat rentan mengalami masalah atau gangguan. Dengan bertambahnya usia, maka tentunya akan beresiko pada gangguan lutut yang mungkin semakin tinggi, salah satunya yaitu nyeri pada lutut bengkak dan kaku.

cara tepat mengobati lutut bengkak dan kaku

Nyeri sendi yang rentan dialami oleh banyak orang, penyebabnya pun beragam dimulai dari keseleo, nyeri otot atau karena penyakit tertentu. Misalnya yang terjadi pada orang tua, nyeri sendi yang akan semakin lama menjadi semakin parah merupakan tanda dari Osteoarthritis, asam urat, atau rheumatoid arhtritis. Lutut yang bengkak dapat terjadi ketika mengalami peningkatan cairan disekitar sendi lutut tersebut. Cairan yang berlebih yang terjadi pada lutut disebabkan oleh luka yang tidak kunjung diobati, benturan keras di lutut, atau adanya penyakit tertentu. Biasanya pada orang lanjut usia akan beresiko lebih besar mengalami nyeri sendi serta pembengkakan pada bagian lutut.

Pada umumnya penyebab dari masalah lutut bengkak dan kaku tersebut yaitu kelebihan berat badan atau mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan lutut yang mengalami tekanan berlebih sehingga akan rentan mengalami masalah. Selain itu juga kebiasaan olahraga dapat menimbulkan masalah pada lutut tersebut.

Terdapat beberapa gejala pada lutut yang sering terjadi, diantaranya :

  • Lutut bengkak dan memerah
  • Lutut terasa kaku atau sulit untuk diluruskan
  • Kulit lutut yang berubah menjadi kemerahan dan hangat jika disentuh
  • Timbulnya bunyi “krek” pada lutut
  • Lutut akan hilang keseimbangan atau tidak stabil sehingga mengalami lemas
  • Lutut tidak mampu untuk menahan beban tubuh sehingga sulit untuk berjalan.

Untuk meredakan rasa nyeri pada lutut, bengkak dan juga kaku, maka sebagian besar bisa ditangani dengan mudah. Anda dapat melakukan cara berikut untuk meringankan rasa nyeri lutut, bengkak dan kaku secara alami.

Berikut ini tips untuk meringankan nyeri lutut, bengkak dan kaku dengan cara alami :

1. Kompres dengan air dingin. Hal ini dipercaya dapat membantu untuk menghilangkan rasa sakit, mengurangi pembengkakan, serta menyempitkan pembuluh darah.

2. Minum rebusan air jahe. Minuman jahe ternyata dapat mengurangi rasa sakit, hal tersebut dikarenakan jahe memiliki kandungan zat anti implamasi yang dapat meredakan pembengkakan.

3. Minum jus lemon. Kandungan yang terdapat pada lemon dipercaya dapat melarutkan kristal asam urat yang bisa menjadi salah satu penyebab nyeri pada lutut.

4. Gunakan air rebusan kunyit. Kandungan senyawa yang dinamakan Curcumin dan antioksidan dapat membantu untuk meredakan rasa sakit. Menurut penelitian yang telah dilakukan, kunyit dapat menghambat rheumatoid arhtritis, yaitu salah satu penyebab munculnya nyeri pada lutut.

Selain pada cara diatas, kami rekomendasikan untuk mengonsumsi suplemen kesehatan yaitu QnC Jelly Gamat. Karena obat herbal QnC Jelly Gamat sudah terbukti dapat menghilangkan rasa sakit, meredakan peradangan serta menekan pembengkakan pada bagian lutut dan juga dapat melenturkan lutut yang kaku.

QnC Jelly Gamat merupakan salah satu obat herbal multikhasiat yang berkualitas dan terbuat dari bahan alami yaitu spesies hewan laut Gamat yang kaya akan nutrisi dan kandungan sangat banyak yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, salah satunya untuk menutrisi pada tulang dan sendi-sendi. Selain itu juga, QnC Jelly Gamat berkhasiat sangat ampuh mengobati berbagai jenis penyakit akut maupun kronis, dan bahkan dapat membantu dalam mengatasi berbagai macam masalah ataupun penyakit pada tulang dan sendi, termasuk pada bagian lutut bengkak dan juga kaku.

Anda tidak perlu khawatir karena QnC Jelly Gamat telah terdaftar di BPOM dan DEPKES serta bersertifikat HALAL dari MUI sehingga sangat aman dikonsumsi dan tidak akan menimbulkan efek samping. Kami juga dapat menjamin produk kami 100% ORIGINAL dengan ditandari adanya Hologram khusus yang menempel pada botol QnC Jelly Gamat.

Keterangan Produk :

* Nama Produk : QnC Jelly Gamat
* Harga : Rp. 155.000,- (belum termasuk ongkir)
* Kode Produk : LAJG (cantumkan kode produk pada setiap pengiriman format pemesanan)
* Komposisi : Ekstrak teripang emas, Air RO, Sweetener stevia, Pengemulsi nabati, Essen natural, Ekstrak buah dan sayur.
* Aturan konsumsi : Sehari 2 kali, minum 2 sendok makan setiap kalinya.

Untuk Cara Pemesanan obat herbal QnC Jelly Gamat lebih lengkap, KLIK DISINI.

| Baca juga : 

| Cara Cepat dan Tepat Mengatasi Lutut Bengkak dan Kaku

Manfaat Menarik Sumsum Tulang Sapi Untuk Kesehatan Sendi

Sumsum tulang sapi yang biasanya diolah dengan cara direbus untuk membuat kaldu atau disajikan kedalam sup hangat. Tetapi, pada saat ini sudah banyak variasi masakan dari sumsum tulang seeprti sumsum tulang bakar dan panggang. Perlu diketahui bahwa, selain rasanya yang lezat dan mengunggah selera ternyata sumsum tulang sapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

manfaat sumsum tulang sapi untuk kesehatan sendi

Kandungan nutrisi yang ada pada sumsum tulang sapi

Sekitar 96% kandungan utama yang ada pada sumsum tulang sapi yaitu lemak. Tetapi bukan berarti lemak yang ada pada sumsum ini lemak tidak sehat. Dalam sebuah penelitian jurnal Cell Metabolism tahun 2014 telah membuktikan bahwa jaringan-jaringan lemak yang ada dalam sumsum dapat menjadi sumber hormon khusus yang benama Adiponektin dalam tubuh.

Dari tulangnya juga kaya akan berbagai jenis mineral cukup penting seperti kalsium, magnesium, dan fosfor. Selain itu juga, sumsum tulang sapi juga memiliki kandungan kolagen serta glukosamin, yaitu kimia alami yang terdapat pada persendian manusia.

Lalu apa saja manfaat sumsum tulang sapi selain kesehatan sendi?

Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasannya manfaat dari sumsum tulang sapi :

1. Melindungi Sendi

Sumsum tulang yang tinggi akan kandungan kolagen dan glukosamin. Dari kedua zat tersebut berperan untuk memperbaiki kerusakan pada persendian sekaligus menjaganya supaya tetap kuat dan lentur. Kedua kandungan tersebut sama-sama berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang. Oleh karena itu dengan mengonsumsi sumsum tulang maka bisa membantu untuk mencegah berbagai penyakit seperti Osteoarthritis (pengapuran sendi) yang banyak dialami khususnya orang lanjut usia.

Artikel terkait : Obat Pengapuran Pada Sendi

2. Mengurangi Resiko Diabetes

Dalam sebuah penelitian oleh para ahli di Amerika Serikat menguak bahwa adanya kandungan Adiponektin yang berguna untuk mencegah diabetes. Diabetes yang bisa terjadi ketika hormon insulin yang ada dalam tubuh tidak berfungsi dengan baik dalam mengolah gula.

Pada penelitian tersebut telah membuktikan bahwa kadar Adiponektin yang tinggi berarti hormon insulin yang akan bekerja lebih efektif sehingga kadar gula didalam tubuh akan meningkat terlalu tinggi. Kadar gula yang tinggi akan menyebabkan penyebab diabetes. Perlu diketahui juga, pada porsi makan juga harus diperhatikan karena diabetes juga bisa dipicu dari mengonsumsi lemak yang berlebihan.

3. Melancarkan Pencernaan

Kaldu dari sumsum tulang sapi mengandung gelatin, yaiti protein khusus yang memiliki manfaat banyak bagi sistem pencernaan. Diantaranya dapat memperbaiki kerusakan pada saluran pencernaan, meredakan berbagai macam peradangan pada sistem pencernaan, dan meningkatkan kadar bakteri baik di organ usus.

4. Menjaga Kesehatan Kulit

Kandungan kolagen yang terdapat pada sumsum tulang sapi berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit supaya tetap lembut, kenyal dan cerah. Apalagi jika sudah mulai mengalami proses penuaan yang ditandai dengan adanya garis-garis halus pada wajah, kulit mengering, dan keriput. Dari kandungan gelatin akan memicu prdoduk kolagen dalam tubuh. Oleh karena itu, mengonsumsi sumsum tulang dapat membantu merawat kulit supaya tetap awet muda.

5. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Telah dilakukan penelitian uji coba oleh seorang dokter spesialis kanker yang berasal dari Swedia, yaitu memberikan sumsum tulang belakang sapi pada anak-anak yang menderita leukimia. Penderita kanker leukimia tersebut telah berkali-kali menjalani terapi radiasi sehingga pasokan sel darah didalam tubuh akan berkurang. Dan ternyata setelah mengonsumsi sumsum tulang sapi, para penderita kanker tersebut mengalami peningkatkan sel darah putih.

Sel darah putih juga penting guna untuk menjaga daya tahan tubuh serta melawan berbagai jenis penyakit. Inilah alasan mengapa orang yang sedang sakit sangat dianjurkan untuk mengonsumsi sup kaldu, terutama pada sumsum tulang.

| Manfaat Menarik Sumsum Tulang Sapi Untuk Kesehatan Sendi

Berbagai Jenis Olahraga Pencegah Nyeri Sendi Kambuh Lagi

Seseorang yang menderita masalah pada persendian seperti rematik dan osteoarthritis maka dapat menghambat pada aktivitas sehari-hari karena takut rasa nyeri menjadi semakin parah jika bergerak. Namun perlu diketahui bahwa terdapat banyak jenis-jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk mencegah gejala nyeri pada sendi kambuh.

jenis olahraga pencegah nyeri sendi kambuh lagi

Berikut ini jenis olahraga yang bisa mencegah nyeri sendi kambuh

Nyeri sendi bukanlah suatu alasan untuk tidak melakukan olahraga secara rutin. Karena dengan melakukan olahraga justru akan membantu menguatkan pada bagian otot-otot serta menghindarkan dari gangguan persendian. Jika Anda mengalami kondisi seperti ini, Anda bisa melakukan olahraga berikut supaya tidak akan membuat nyeri sendi menjadi semakin parah.

1. Peregangan

Dengan melakukan gerakan peregangan secara rutin, maka hal ini dapat membantu untuk melunturkan daerah sendi sehingga akan terhindar dari nyeri sendi yang mungkin akan kambuh. Anda juga bisa melakukan setiap pagi, karena hal ini juga sangat baik untuk mengawali aktivitas seharian. Berikut ini terdapat macam-macam peregangan yang bisa dilakukan :

  • Meregangkan leher

Pada persendian leher menjadi sasaran jika nyeri sendi. Oleh karena itu lakukan untuk mencegah sendi leher supaya tidak kaku. Biasakan untuk meregangkan leher dengan cara memutarkan kepala dari kanan ke kiri dan sebaliknya dengan melakukan beberapa kali. Selain itu juga, dapat miringkan leher ke bagian kanan ataupun kiri, setelah itu tahan posisi tersebut selama beberapa detik.

Artikel terkait : Obat Pengapuran Sendi

  • Meregangkan lengan

Peregangan pada lengan merupakan dasar yang memang sebenarnya harus dilakukan setiap hari meskipun tidak mengalami nyeri pada sendi sama sekali. Anda dapat melakukannya dengan cara menekuk salah satu tangan yang kemudian akan menyilangkan tangan.

  • Meregangkan kaki

Biasanya pada persendian lengan dan kaki menjadi sasaran empuk bagi Anda yang memiliki nyeri sendi. Cobalah untuk membuat sendi kaki dan tangan menjadi lebih lentur. Anda dapat mencoba untuk duduk dan meluruskan kedua kaki, dan usahakan untuk bisa mencium bagian lutut tanpa melakukan pergerakan sama sekali.

2. Yoga

Ada beberapa gerakan yang sangat baik untuk mencegah gejala nyeri sendi kambuh. Seperti pose kobra yang dilakukan dengan cara telungkup kemudian angkat secara perlahan bagian kepala serta tubuh bagian atas dengan menyerupai ular kobra.

Olahraga lain yang dianjurkan
Bagi penderita nyeri sendi tidak perlu melakukan olahraga berat. Anda perlu melakukan olahraga ringan lainnya seperti berjalan kaki, berenang dan bersepeda.

Baca juga :

| Berbagai Jenis Olahraga Pencegah Nyeri Sendi Kambuh Lagi

Alasan Kenapa Si Tubuh Kurus Berisiko Terkena Osteoporosis

Osteoporosis atau pengeroposan tulang adalah terjadinya penipisan massa tulang secara berkelanjutan sehingga akan membuat tulang menjadi keropos, rapuh dan mudah patah. Hal ini terjadi karena adanya kerusakan jaringan tulang yang terjadi lebih cepat daripada produksi sel-sel tulang yang baru. Pada wanita akan lebih berisiko mengalami osteoporosis setelah massa menstruasinya berakhir atau menopause.

Perlu diketahui bahwa ternyata seseorang yang memiliki tubuh kurus sangat beresiko terkena osteoporosis. Mengapa? Hal ini terjadi karena tulang yang dibentuk orang kurus lebih kecil dibandingkan dengan orang yang memiliki berat normal. Tulangnya akan relatif lebih kecil dan lebih mudah keropos bahkan patah tulang.

alasan tubuh kurus beresiko osteoporosis

Masyarakat menganggap bahwa dengan menjalani diet guna untuk menghindari berat badan yang berlebihan maka akan meningkatkan percaya diri dan mengurangi penyakit yang disebabkan oleh kegemukan. Padahal pada seseorang khususnya wanita yang menjalani diet ketat sehingga tubuhnya terbentuk kurus akan berdampak pada kesehatan.

Kasus yang terjadi pada berat badan yang kurang ataupun lebih jarang disadari akan berdampak buruk pada kesehatan. Jika berat badan kurang maka akan mengalami ketidakseimbangan sehingga akan mempengaruhi daya tahan tubuh serta rentan terkena penyakit, salah satunya penyakit osteoporosis.

Tubuh yang terlalu kurus akan lebih mengalami kekurangan vitamin D dan kalsium yang menjadi sumber utama kesehatan pada tulang. Terutama pada wanita yang termasuk kedalam ketegori masa pertumbuhan yang akan menghambat dalam proses pembentukan tulang sehingga akan menyebabkan osteoporosis di usia muda. Karena terhambatnya proses pertumbuhan tersebut maka akan sangat rentan terhadap timbulnya penyakit. Tulang akan menjadi rapuh dan lemah.

Pada sebuah penelitian yang telah dilakukan bahwa berat badan akan berpengaruh pada kesehatan tulang. Memiliki berat badan yang kurus maka akan berpengaruh pada kepadatan tulang yang rendah. Perlu untuk diketahui, dalam mengukur berat badan yang ideal dapat menggunakan Indeks Massa Tubuh. Anda dapat menghitungnya dengan cara membagi berat badan dengan tinggi badan, kemudian hasilnya di kuadratkan. Jika anda memiliki hasil Indeks Massa Tubuh dibawah Indeks Massa Tubuh yaitu dengan ideal 18,5 hingga 24,9, maka anda mengalami kurus yang tidak sehat.

Artikel terkait : Obat Pengapuran Sendi

Memiliki komposisi yang tidak seimbang maka akan mempengaruhi pada otot dan lemak, yang merupakan bantalan untuk organ penting didalam tubuh dan juga menciptakan daya tahan tubuh serta membantu produksi enzim dan sistem hormon. Dan yang peling penting yaitu seseorang yang memiliki tubuh terlalu kurus kemungkinan akan kekurangan mineral sehingga akan menyerap mineral yang terdapat pada tulang, sehingga tulang akan menjadi lebih keropos dan mengalami osteoporosis.

Maka demikian, risiko osteoporosis akan lebih besar terjadi pada orang-orang yang memiliki tubuh kurus dibandingkan dengan orang yang memiliki tubuh gemuk, dikarenakan tulang akan giat membentuk sel jika ditekan oleh bobot yang berat. Pada daerah tulang yang memiliki bobot lebih, maka tulang akan merangsang untuk membentuk massa pada area tersebut terutama pada daerah pinggul dan panggul. Apabila tubuh berbobot ringan, maka massa tulang akan cenderung kurang sempurna, dan biasanya memiliki massa tulang yang kurang dibandingkan dengan seseorang yang memiliki badan gemuk.

Meskipun risiko osteoporosis lebih rendah pada orang yang bertubuh gemuk, akan tetapi jika mereka melakukan penurunan berat badan dengan cara yang salah justru akan beresiko lebih besar dari orang yang bertubuh kurus pada umumnya. Tidak jarang orang yang ingin memiliki keinginan untuk mengurangi berat badan, dari inilah yang dapat memicu peningkatan risiko mengalami osteoporosis. Melakukan diet ketat atau tidak benar maka akan berpotensi meningkatnya risiko osteoporosis pada tubuh.

Lalu bagaimana caranya untuk mengurangi risiko osteoporosis?

Untuk mengurangi risiko terkena osteoporosis, sebaiknya lakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, yaitu :

  • Rajin melakukan olahraga
  • Hindari minuman alkohol yang berlebihan
  • Jangan merokok
  • Menjaga berat badan supaya tetap ideal.
  • Konsumsi makanan yang sehat yang kaya akan kalsium dan vitamin D. Lakukan diet yang mencakup nutrisi penting untuk membuat tulang kuat. Karena hal ini akan membantu untuk mengurangi risiko patah tulang.

| Alasan Kenapa Si Tubuh Kurus Berisiko Terkena Osteoporosis

Benarkah Menyusui Berpengaruh Pada Kesehatan Tulang?

Tahukah Anda bahwa ASI dibuat dari berbagai nutrisi yang ada pada tubuh ibu? Perlu diketahui bahwa salah satu nutrisi yang dibutuhkan untuk membuat ASI yaitu kalsium, yang dimana kalsium juga sangat dibutuhkan untuk kepadatan tulang sang ibu. Terjadinya kepadatan tulang yang menurun maka dapat menyebabkan seorang ibu terkena Osteoporosis ketika dimasa tuanya nanti. Tetapi, apakah benar bahwa ada hubungannya antara menyusui dan osteoporosis?

pengaruh menyusui pada kesehatan tulang

Pengaruh Menyusui Pada Kesehatan Tulang

Ternyata menyusui dapat mempengaruhi pada kesehatan tulang ibu. Pada sebuah penelitian telah membuktikan bahwa, ibu menyusui bisa kehilangan massa tulang sebanyak 3-5%. Akan tetapi massa tulang pada ibu menyusui akan kembali lagi setelah anak sudah diberi makanan padat.

Pada ibu menyusui sangat membutuhkan asupan kalsium yang lebih tinggi, maka dari itu ia membutuhkan asupan nutrisi tersebut guna untuk membuat ASI. Apabila kebutuhan kalsium sang ibu tidak dapat dipenuhi dari makanan ataupun suplemen kalsium, maka tubuh sang ibu akan mengambil kalsium dari tulang ibu. Maka dari hal inilah yang menyebabkan ibu menyusui dapat kehilangan massa tulangnya, sehingga resiko terkena osteoporosis menjadi lebih besar.

Ketika menyusui maka jumlah hormon estrogen akan menurun dan turut memperburuk pada kesehatan tulang sang ibu. Perlu diketahui bahwa hormon estrogen tersebut sangat berguna untuk melindungi tulang. Supaya tubuh ibu menyusui tidak mengambil kalsium dari tulang, maka ibu menyusui harus diperlukan untuk mencukupi kebutuhan kalsium dari luar seperti makanan atau suplemen kalsium. Jumlah kalsium pada ibu menyusui tergantung dari jumlah ASI yang diproduksi oleh ibu dan berapa lama ibu menyusui bayinya.

Artikel terkait : Obat Pengapuran Sendi

Osteoporosis pada ibu menyusui

Osteoporosis yang merupakan salah satu penyakit yang biasa diderita oleh usia lanjut. Seseorang yang mengalami osteoporosis memiliki tulang yang lemah dan mudah patah. Pada hal ini dapat terjadi karena kepadatan atau mineral tulang mengalami penurunan. Dengan menyusui yang mungkin bisa menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya osteoporosis, dikarenakan ibu menyusui akan menekan metabolisme kalsium sehingga dapat langsung memenuhi metabolisme tulang.

Ada sebuah penelitian dalam jurnal Maturitas menyatakan bahwa ibu menyusui dengan jangka waktu lama lebih dari satu tahun maka dapat membuat ibu beresiko osteoporosis. Tetapi, menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Okyay pada tahun 2013 menyatakan bahwa paritas tinggi (memiliki anak banyak) juga dapat beresiko perlindungan terhadap osteoporosis.

Sedangkan pada sebuah penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa asupan makan dapat membantu mengimbangi pada resiko ini. Bahkan penelitian yang telah melibatkan sebanyak 1231 wanita menopause bahwa pada wanita dengan kadar vitamin D rendah atau memiliki asupan kalsium kurang dari 800 mg per hari, maka akan beresiko pada kesehatan tulang yang buruk.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh ibu menyusui supaya terhindari dari osteoporosis?

Dapat disimpulkan dari semua hasil penelitian bahwa pada pemenuhan kebutuhan vitamin D dan kalsium dapat mengurangi resiko terkena osteoporosis. Dengan mencukupi asupan kalsium dan vitamin D tersebut pada massa kehamilan maupun menyusui maka tubuh tidak akan mengambil kalsium dari tulang sehingga kepadatan tulang akan tetap terjaga.

Tetapi tidak hanya pada saat menyusui saja, pemenuhan kebutuhan asupan kalsium dan vitamin D juga akan tetap diperlukan selepas ibu menyusui guna untuk perbaikan tulang. Sehingga Anda dapat membantu diri sendiri dari resiko osteoporosis dan mencegah terjadinya osteoporosis.

Baca juga :

Tips Mengatasi Pengapuran Tulang Dengan Mudah

obatpengapuranpadasendi.com – Pengapuran tulang dan sendi memiliki bahasa medis Osteoarthritis. Pengeroposan tulang terjadi karena berkurangnya kepadatan tulang. Didalam dunia medis, pengeroposan tulang disebut dengan Osteoporosis. Hal ini dikaitkan karena dengan adanya peradangan sendi akibat bantalan pada ujung tulang menjadi menipis dengan seiringnya waktu. Jadi kerusakan yang terjadi berada pada sendi dan bagian tulang sekitar sendi tersebut.

tips mengatasi pengapuran tulang dengan mudah

Penyebab Osteoarthritis

Penyebab rusaknya sendi dan bagian sendi yang tidak mampu untuk memperbaiki dengan sempurna oleh tubuh sampai sekarang masih belum bisa dipastikan. Meskipun terdapat beberapa faktor yang diduga sangat berperan dalam meningkatkan seseorang memiliki resiko terkena osteoarthritis.

Faktor pertama pemicu terjadinya osteoarthritis yaitu faktor usia, yang dapat mempengaruhi kemungkinan seseorang terkena pengapuran tulang atau osteoarthritis. Wanita yang sering dianggap lebih beresiko tinggi mengalami gangguan pada tulang dibandingkan dengan pria.

Pada pekerjaan seseorang juga bisa memungkinkan sendi mendapat tekanan secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama. Osteoarthritis juga dapat disebabkan oleh cedera akibat dari pekerjaan, seperti pekerjaan yang memerlukan erakan berulang-ulang pada sendi tertentu. Terjadinya cedera akibat kecelakaan atau berolahraga juga dapat meningkatkan resiko kondisi tersebut.

Selain itu juga, memiliki berat badan yang berlebihan atau obesitas dapat beresiko mengalami kondisi osteoarthritis. Karena dengan adanya beban yang lebih pada sendi penahan berat tubuh, sehingga meningkatkan resiko terkena osteoarthritis. Kondisi diabetes dan rematik ternyata juga beresiko tinggi mengalami osteoarthritis.

Artikel terkait : Ketahui Penyebab Osteoporosis yang Menyerang Di Usia Muda

Berikut tips mengatasi pengapuran tulang secara mudah

  • Gunakan air panas atau dingin

Ketika kondisi osteoarthritis menimbulkan rasa sakit, maka cobalah untuk menggunakan air panas atau air dingin guna untuk meringankannya. Dalam pemakaian air panas berperan untuk melemaskan otot, sedangkan penggunaan air dingin dapat meredakan kejang otot dan nyeri.

  • Olahraga

Dengan olahraga secara teratur maka dapat menguatkan otot-otot yang ada disekitar sendi yang mengalami pengapuran. Hal ini akan membuat sendi menjadi lebih stabil sehingga dapat mengurangi tingkat dari osteoarthritis yang dialami. Serta pastikan untuk tidak berolahraga secara berlebihan karena malah akan memperburuk masalah yang dialami.

  • Kurangi berat badan

Sendi yang mengalami tekanan secara berlebih akan memperburuk pengapuran tulang yang diderita, maka solusi yang paling mudah yaitu dengan mengurangi tekanan yang diderita dengan melakukan menurunkan berat badan.

  • Konsumsi obat pereda rasa sakit

Mengonsumsi obat pereda rasa sakit dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pada persendian, baik pengapuran tulang, persendian pada bagian lutut atau jari-jari.

Untuk itu disini kami memberikan rekomendasi untuk Anda Obat Pengapuran Sendi dan Tulang yakni obat herbal QnC Jelly Gamat, yang merupakan obat multikhasiat untuk membantu mengurangi rasa sakit pada penderita pengapuran sendi dan tulang serta dapat membantu dalam mengobati penyakit tersebut.

| Tips Mengatasi Pengapuran Tulang Dengan Mudah

Benarkah Kosumsi Gula Berlebih Menyebabkan Tulang Keropos?

Tulang keropos atau Osteoporosis adalah penyakit yang berhubungan pada kesehatan tulang dan identik terjadi pada orang yang telah memasuki usia lanjut. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa orang yang masih tergolong usia muda juga bisa terkena osteoporosis?

Menurut WHO mengemukakan bahwa untuk saat ini terdapat sekitar 200 juta orang yang mengalami osteoporosis di dunia. Bahkan diperkirakan pada tahun 2050, kasus patah pinggul akan meningkat 2 kali lipat pada perempuan, dan 3 kali lipat pada laki-laki. Laporan dari WHO, dampak dari osteoporosis tersebut menyebabkan adanya kejadian patah tulang yang mungkin saja dapat menyebabkan kecacatan seumur hidup atau bahkan mengalami kematian.

konsumsi gula menyebabkan osteoporosis

Gula yang dapat membahayakan kesehatan tubuh dengan cara meningkatkan berat badan sehingga beresiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, gigi busuk, dapat mempengaruhi perilaku atau kognisi pada anak-anak, bahkan dapat menyebabkan ancaman pada kesehatan tulang. Gula yang merupakan jenis karbohidrat sederhana yang memiliki indeks glikemik tinggi. Bahkan gula dapat mudah diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi gula darah.

Apabila seseorang mengonsumsi gula dengan jumlah yang banyak dan dalam jangka waktu yang lama, maka ia akan mengalami kekurangan berbagai vitamin dan mineral. Selain itu juga, gula tidak memiliki zat gizi berupa karbohidrat. Biasanya makanan atau minuman manis tidak banyak memiliki gizi yang baik, dan memiliki sedikit kandungan vitamin dan juga mineralnya. Maka dari itu, orang yang menyukai makanan manis, dan mencapai 20% vitamin dan mineral.

Dampak Buruk Konsumsi Gula Terhadap Tulang

  • Dapat menurunkan kadar vitamin dan mineral

Seperti yang telah dijelaskan diatas, mengonsumsi gula secara berlebih dapat menurunkan kadar vitamin dan juga mineral dalam tubuh. Gula yang tidak memiliki zat gizi, dan biasanya makanan atau minuman yang manis tidak banyak memiliki zat gizi yang baik bagi tubuh serta kurang kandungan vitamin dan juga mineral. Oleh karena itu, seseorang yang suka mengonsumsi makanan manis sangat rentan mengalami kekurangan asupan vitamin sekitar 20%, termasuk mineral, kalsium, fosfor, dan vitamin D, yang memang kandungan tersebut berperan sangat penting untuk kesehatan tulang. Kandungan kalsium sangat bermanfaat guna untuk membuat tulang padat dan kuat. Saat tubuh mengalami kekurangan kalsium, maka tidak ada lagi yang dapat menguatkan tulang sehingga akan mudah keropos serta rapuh.

Artikel terkait : Obat Pengapuran Sendi

  • Dapat mempengaruhi pH tubuh

Ketika seseorang mengonsumsi gula secara berlebih, maka gula darah akan meningkat dengan cepat. Hal tersebut tidak hanya dapat menyebabkan resiko meningkatnya kejadian diabetes mellitus, tetapi juga akan berpengaruh pada pH tubuh. Tubuh akan berusaha untuk menormalkan pH dengan cara melepaskan kalsium. Sedangkan pada cadangan kalsium terbesar yang disimpan pada tulang, dari total jumlah kalsium yang ada pada tubuh sebanyak sekitar 99% yang terdapat pada tulang. Hal tersebut tentu saja akan membuat tulang menjadi rapuh serta tidak akan kuat dan kemudian mengalami pengeroposan tulang atau osteoporosis. Jika mengonsumsi gula lebih dari 20% dari jumlah yang telah dianjurkan maka akan dapat menghilangkan cukup banyak jumlah kalsium yang ada pada tubuh.

  • Dampak mempengaruhi penyerapan magnesium dalam tubuh

Tidak hanya dapat menurunkan jumlah asupan kalsium yang ada pada tubuh, tetapi mengonsumsi gula berlebih ternyata juga dapat menghambat proses penyimpanan magnesium dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan jumlah magnesium akan menurun. Magnesium adalah salah satu kandungan mineral yang sangat dibutuhkan guna untuk menjaga kesehatan tulang. Jika tanpa adanya kandungan magnesium, maka tubuh tidak akan bisa menyerap dan juga menyimpan kalsium dalam tubuh, merangsang kalsitonin yaitu hormon yang berfungsi untuk menyerap kalsium yang berasal dari darah dan disimpan pada jaringan tulang, mengubah kandungan vitamin D menjadi provitamin D supaya dapat menyerap kalsium, mengatur transportasi kalsium didalam tubuh, dan mengaktifkan enzim untuk membentuk tulang yang baru.

Perlu kita sadari akan hal ini, bahwa bahaya makanan manis dengan kadar gula yang tinggi maka dapat membahayakan tubuh. Oleh karena itu, sangat diperlukan dalam membatasi asupan gula atau pemanis buatan guna untuk menjaga tulang supaya sehat dan tetap kuat.

Baca juga : Ketahui Penyebab Osteoporosis yang Menyerang Di Usia Muda

| Benarkah Kosumsi Gula Berlebih Menyebabkan Tulang Keropos?

Penyebab Lutut Nyeri dan Kaku Setelah Duduk

Setelah kita membahas mengenai penyebab dari nyeri lutut saat olahraga lari, nah sekarang mari kita bahas tentang penyebab nyeri lutut dan kaku setelah duduk.

Lutut nyeri dan kaku setelah duduk dengan jangka waktu yang lama adalah salah satu gejala dari osteoarthritis lutut. Pada saat seseorang duduk selama kurang lebih dari dua jam, kemudian mencoba untuk berdiri dan berjalan, lalu sangat sulit untuk berjalan dengan benar. Lalu apa yang menyebabkan kondisi seperti itu?

penyebab lutut nyeri dan kaku setelah duduk

Lutut kaku dan nyeri setelah duduk dengan jangka waktu yang lama akan menunjukkan adanya masalah sendi seperti arthritis. Bahkan mungkin akan terasa kaku juga setelah duduk bersilah meskipun hanya beberapa menit saja. Pada kondisi ini seringkali akan terasa kaku dan nyeri hanya berlangsung selama beberapa menit, sehingga Anda dapat melanjutkan aktivitas setiap harinya. Akan tetapi, apabila kondisi ini terjadi bahkan setiap harinya, maka masalah ini sangat diperlukan bantuan tim medis.

Sendi merupakan tempat dimana dua tulang yang saling berhubungan dengan satu sama lain. Pada ujung-ujung tulang yang dilapisi dengan jaringan elastis dikenal dengan tulang rawan. Dan dapat dikatakan bahwa tulang rawan yang terletak pada sendi itu sendiri. Lalu apa yang menyebabkan kaku pada lutut?

Berikut penyebab lutut nyeri dan kaku :

  • Osteoarthritis

Seseorang yang mengalami nyeri sendi dan kaku pada lutut setelah duduk terlalu lama berarti orang tersebut menderita osteoarthritis. Hal ini merupakan masalah pada persendian yang dimana tulang rawan menutupi ujung tulang akan mengalami lemah dan terkikis. Akibatnya tulang tersebut akan bergesekan atau bersentuhan dengan satu sama lain yang terdapat gerakan sehingga akan mengakibatkan rasa sakit. Tetapi kondisi ini tidak akan terjadi secara tiba-tiba dan merupakan hasil dari rusaknya progresif yang lambat dari tulang rawan dan juga sendi. Pada kondisi ini sering terjadi pada orang tua atau menopause.

Artikel terkait : Cara Pengobatan Rumahan Dalam Mengatasi Osteoarthritis

  • Chondromalacia Patella

Lutut yang terasa kaku setelah duduk dapat disebabkan oleh Chondromalacia Patella. Pada umumnya kondisi ini akan mempengaruhi tulang rawan yang terletak pada dibawah tempurung lutut (patella). Kondisi tersebut akan mengacu pada cedera tulang rawan sehingga akan sulit untuk beraktivitas. Hal ini juga terjadi karena tulang rawan yang ada pada tempurung lutut menjadi lembek serta sangat rentan terhadap kerusakan. Pada beberapa kasus yang terjadi, tempurung lutut yang tidak selaras dengan tulang paha akan menyebabkan kerusakan dari tulang rawan. Sehingga tempurung lutut yang tidak ada dalam posisi semestinya, akan menggores pada ujung bawah tulang paha.

Rasa nyeri yang diderita akan berkurang dengan berbagai macam cara yaitu pengompresan atau penyuntikan cairan sinoval pada bagian sendi. Namun untuk pengobatan pengapuran sendi tergantung pada kondisi stadiumnya. Sebagai pencegahan, sebaiknya untuk selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, supaya tulang dan sendi tetap kuat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

| Penyebab Lutut Nyeri dan Kaku Setelah Duduk