Kebiasaan Buruk Saat Puasa Yang Bikin Tulang Keropos

Puasa memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Akan tetapi terdapat banyak hal yang dapat dilakukan ketika sedang puasa yang tanpa disadari dapat mengganggu kesehatan, termasuk kesehatan tulang. Berikut ini terdapat kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan tulang menjadi keropos saat puasa, apa saja? Yuk simak selengkapnya dibawah ini.

Kebiasaan buruk saat puasa yang menjadi penyebab tulang keropos :

kebiasaan buruk saat puasa yang menyebabkan tulang keropos

  • Makan sembarangan

Selama menjalankan puasa, jangan hanya mementingkan nafsu makan saja. Pada kebanyakan orang yang berpuasa cenderung memakan makanan sembarangan dan tidak teratur. Sehingga hal ini akan membuat banyak orang menjadi kekurangan gizi karena tidak memperhatikan kandungan nutrisi pada menu makanannya, maka bukan tidak mungkin dari kebiasaan ini akan membuat tulang menjadi rapuh bahkan keropos.

Mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung natrium tinggi seperti camilan keripik, makanan olahan seperti sosis dan nugget, dapat membuat tubuh menjadi kehilangan kalsium dalam jumlah yang besar sehingga dapat melemahkan tulang. Selain itu juga, meminum minuman bersoda saat waktu berbuka puasa bisa berakibat buruk pada kesehatan tulang karena mengandung asam fosfat yang dapat merusak tulang. Maka dari itu, hilangkan kebiasaan buruk meminum minuman bersoda dari menu buka puasa Anda.

Supaya tulang tetap sehat dan kuat saat berpuasa, sebaiknya penuhi nutrisi harian dengan mengonsumsi berbagai makanan dan minuman yang sehat. Karena selain baik untuk kesehatan tubuh, makanan yang kaya akan nutrisi tersebut juga dapat menyehatkan tulang. Pada sayuran hijau dan buah-buahan yang memiliki berbagai kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dapat bekerja dengan baik. Untuk makanan dan minuman yang mengandung vitamin D terdapat pada ikan salmon, tuna, mackarel, susu yang telah difortifikasi, jus jeruk, dan oats. Dari semua makanan dan minuman tersebut dapat menjadi alternatif untuk menu berbuka di bulan puasa.

Dengan mengonsumsi yang mengandung kalsium dan vitamin D, baik dari makanan, minuman ataupun suplemen, sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi dari Kementrian Kesehatan dosis vitamin D yang dianjurkan yaitu 15 mikrogram atau 600 UI per hari untuk anak-anak dan dewasa baik perempuan maupun laki-laki. Sedangkan pada orang lanjut usia perlu mencukupi kebutuhan vitamin D harian sebanyak 800 UI. Sementara kebutuhan kalsium harian anak-anak, dewasa, dan orang tua kurang lebih 1.000 mg per harinya.

Artikel terkait : Obat Pengapuran Sendi

  • Kurang melakukan gerak

Tulang memang perlu digerakkan guna untuk tetap sehat. Hal ini dikarenaka ketika otot menariknya untuk bergerak, tulang akan dirangsang untuk tetap kuat dan lentur. Maka dari itu, kurang gerak akan menjadi salah satu penyebab tulang keropos. Nah, saat puasa tidak jarang selalu dijadikan alasan untuk mengurangi aktivitas sehari-hari yang akan membuat seseorang menjadi kurang gerak. Seperti tidur yang terlalu lama akan menjadi salah satu kegiatan yang sering dilakukan, padahal kebiasaan tersebut apabila dilakukan selama sebulan penuh atau bahkan seterusnya dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tulang keropos.

Menurut penelitian membuktikan bahwa orang yang tidur terlalu lama bisa menimbulkan berbagai risiko kesehatan seperti kegemukan dan sakit punggung yang dapat meningkatkan risiko kerusakan pada tulang serta pengeroposan tulang. Selain itu juga, duduk terlalu lama juga dapat meningkatkan risiko kerusakan pada tulang. Oleh karena itu jangan dijadikan puasa sebagai ajang untuk duduk seharian sambil menonton TV atau main game. Alangkah baiknya untuk mencoba menggerakan badan seperti berjalan-jalan sejenak setiap 20 menit sekali jika Anda diharuskan untuk duduk dalam jangka waktu yang cukup lama. Selain itu, usahakan untuk mengisi waktu puasa dengan bergerak aktif.

  • Malas melakukan kegiatan diluar ruangan

Ketika sedang berpuasa, tidak sedikit orang yang malas melakukan kegiatan diluar ruangan, termasuk keluar rumah. Entah itu karena cuaca yang panas atau karena memang malas tanpa alasan yang jelas. Padahal, dengan membiarkan tubuh terkena sinar matahari dapat merangsang produksi vitamin D secara alami. Sinar matahari yang mengandung sinar UVB dapat membentuk vitamin D3 dengan jumlah yang besar.

Perlu diketahui bahwa, saat tubuh terpapar sinar matahari, maka radiasi UVB akan masuk menembus pada kulit dan merangsang pada pembentukan previtamin D3 untuk disalurkan ke bagian tubuh lainnya sehingga menghasilkan vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh. Tidak perlu waktu yang lama untuk menjemur dibawah sinar matahari, cukup dengan berkegiatan dibawah sinar matahari pagi sekitar pukul 10.00 sampai 14.00 selama 10 hingga 15 menit tanpa harus menggunakan tabir surya guna untuk menghasilkan vitamin D yang memang dibutuhkan oleh tubuh.

| Kebiasaan Buruk Saat Puasa Yang Bikin Tulang Keropos

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.